Jurnal pengkajian koperasi dan UKM tahun 2005 berjudul “ PENGKAJIAN PENINGKATAN DAYA SAING USAHA KECIL MENENGAH YANG BERBASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL” dilaksanakan oleh Deputi Bidang Sumberdaya UKMK tahun 2005 (diringkas oleh Togap Tambunan dan Paruhunan Nasution). Adapun daerah atau wilayah yang dijadikan obyek penelitian antara lain Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.
Dalam jurnal ini disebutkan bahwa terdapat perkembangan UKM di beberapa provinsi. Berikut ini data-data perkembangan UKM dari beberapa provinsi di Indonesia,antara lain:
1). Perekonomian di Sumatera Utara
Hasil estimasi berdasarkan nilai tambah maupun nilai tambah per Unit Usaha menunjukkan bahwa indikator-indikator perekonomian kurang bersahabat dengan UKM.
2). Perekonomian di Sumatera Selatan.
Perkembangan perekonomian kurang mendukung perkembangan UKM di daerah tersebut. Hasil estimasi per nilai tambah maupun nilai tambah per unit usaha (UKM) menunjukkan bahwa indikator perekonomian hanya sedikit berpengaruh terhadap pertumbuhan UKM.
3). Perekonomian di Jawa Barat
Realita yang dijumpai di Jawa Barat berbeda dengan provinsi lainnya. Di Provinsi Jawa Barat indikator ekonomi seperti pertumbuhan PAD, APBD, PDRB dan indicator lainnya tidak berpengaruh sama sekali terhadap nilai tmbah maupun nilai tambah per UKM.
4). Perekonomian di Jawa Timur
Rasio PAD terhadap APBD berdasarkan hasil estimasi memiliki pengaruh yang berarti dan positif terhadap nilai tambah. RPAD juga berpengaruh nyata dan positif terhadap nilai tambah per UKM. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah Jawa Timur mempunyai kepedulian terhadap kinerja UKM.
5). Perekonomian di Nusa Tenggara Barat
Indikator perekonomian di Nusa Tenggara Barat yang berpengaruh terhadap nilai tambah maupun nilai tambah per UKM sangatlah sedikit. Dari 13 indikator yang dinilai hanya Indeks Pendapatan Perkapita (DKAP) dan Pendapatan Perkapita (IKA) yang signifikan itupun bertanda negatif. Ini berarti penduduk tidak tertarik untuk membeli produk yang dihasilkan oleh UKM, sehingga produk yang dihasilkan harus dipasarkan diluar NTB.
6). Perekonomian di Sulawesi Selatan.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat pengangguran(UN) berpengaruh secara bermakna dan negartif terhadap nilai tambah. Ini menunjukkan penduduk usia produktif memiliki potensi mengembangkan UKM sendiri karena pengangguran belum terserap oleh UKM. Agar pengangguran terserap maka kualitas SDM perlu ditingkatkan baik melalui pendidikan maupun pelatihan yang memadai.
7). Perekonomian di Kalimantan Selatan
Hasil estimasi indikator juga tidak begitu memuaskan bagi laju peningkatan nilai tambah. Dari hasil estimasi secara individu terhadap nilai tambah, tak satupun indicator yang mempunyai pengaruh terhadap nilai tambah. Jika diestimasi dengan nilai tambah per UKM maka rasio PAD terhadap APBD mempunyai makna berarti positif.
Dari hasil kajian sebagaimana diuraikan diatas pembangunan ekonomi local secara umum tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan kinerja sentra UKM yang diukur dengan laju perubahan nilai tambah dan produktivitasnya. Indikator tersebut mengindikasikan belum adanya keterkaitan yang berarti antara dinamika perkembangan ekonomi lokal dengan sentra UKM.
Model peningkatan daya saing UKM menekankan pada usaha pembentukan klaster UKM. Klaster UKM tersebut didukung oleh: a) sumberdaya alam dan manusia serta perekonomian lokal; b) program kemitraan; dan c) dukungan perkuatan berupa keuangan dan non keuangan. Dukungan perkuatan tersebut bersumber dari pemerintah pusat/lokal, lembaga keuangan, BUMN/BUMD, dan swasta. Keberadaan klaster UKM tersebut diharapkan membantu UKM dalam mengakses pasar, peningkatan kemampuan ekspor, menciptakan keunggulan kompetitif, dan memanfaatkan teknologi informasi.
Adapun kinerja UKM yang berada dalam sentra yang telah maju relatif lebih baik dibandingkan dengan UKM yang berada dalam sentra yang belum maju. Hasil kajian mengindikasikan sentra yang dinamis di Indonesia umumnya memiliki kriteria sebagai berikut;
a. jumlah UKM di dalam sentra rata-rata di atas 37 UKM
b. Jumlah omzet penjualan atau nilai produksi dari seluruh UKM di dalam sentra
rata-rata di atas Rp. 2.737.500.000,-per tahun
c. Jumlah tenaga kerja di dalam sentra rata-rata di atas 147 orang
d. Jumlah tambahan investasi di dalam sentra rata-rata diatas Rp. 52.000.000,- per
tahun
Dengan demikian, untuk menuju UKM yang lebih baik, pemerintah harus mendukung dan memberikan berbagai fasilitas yang diperlukan untuk peningkatan kemajuan UKM agar UKM di Indonesia menjadi lebih baik dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional.
· Referensi
Andadari, Roos K.1998. Isu Peluang Bisnis Dinamika Krisis. Dalam :Kekuatan Kolektif Sebagai Strategi Mempercepat Pemberdayaan Usaha Kecil. HasilKonferensi Nasional Usaha Kecil II. 7-8 Oktober 1998. editor: Edy Priyono, dkk.Center for Economic and Sosial Studies The Asia Foundation. Jakarta.
Anonim 2001. Report Bantuan Teknis bagi Penguatan UKM Republik Indonesia, Proyek Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah: Praktek Terbaik DalamMenciptakan Suatu Lingkungan Yang kondusif Bagi UKM, Asian Development Bank-GFA Manajement-Swisscontact Services. Kantor Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM.
Blakely, J.Edward 1989. Planning Local Economic Development: Theory and Practice SAGE Publication, Inc California.
Chotim, Erna Ermawati. 1998. Isu Pelayanan Birokrasi. Dalam: Kekuatan Kolektif
Sebagai Strategi Mempercepat Pemberdayaan Usaha Kecil. Hasil Konferensi nasional Usaha kecil II. 7-8 Oktober 1998. Editor : Edy Priyono, dkk. Center for Economic and Sosial Studies The Asia Foundation, Jakarta.
CIDES. 1997 Undang-undang Persaingan Suatu Upaya MendukungPersaingan Sehat. Center for Information and Development Studies dan Kondrad AdenauerStiftung. Jakarta.
Jurnal pengkajian koperasi dan UKM tahun 2006 berjudul “ KAJIAN USAHA MIKRO INDONESIA”. Penelitian ini merupakan hasil kajian Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK bekerjasama dengan Gunatama Megah Business dan Management Consultant Tahun 2004 (diringkas oleh : Joko Sutrisno dan Sri Lestari HS). Adapun daerah atau provinsi yang menjadi obyek penelitian ini antara lain Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.
Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2003 sekitar 97 % dari seluruh perusahaan di Indonesia Merupakan Usaha Mikro, yaitu 41,8 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 30 % dengan tenaga kerja 71,44 juta, sementara keseluruhan usaha mikro, kecil dan menengah sebanyak 42,5 juta usaha dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 57 %. Adapun yang dimaksud dengan usaha mikro menurut Keputusan Menteri Keuangan nomor 40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003 adalah:
- Usaha produktif milik keluarga atau perorangan
- Penjualan maksimal Rp 100 juta pertahun
- Kredit yang diajukan maksimal Rp 50 juta
Adapun keunggulan komparaatif yang dimiliki oleh UKM antara lain :
a. menebar di seluruh pelosok dengan berbagai ragam bidang usaha;
b. beroperasi dengan investasi modal untuk aktiva tetap pada tingkat yang rendah;
c. Sebagian besar Usaha Mikro dapat dikatakan padat karya (labour intensive)
d. Hubungan yang erat antara pemilik dan karyawan menyebabkan sulitnya terjadi PHK (Pemutusan Hubungan kerja).
Namun, ditengah berbagai keunggulannya, Usaha Mikro juga memiliki kelamahan, diantaranya: a. Pemasaran (permasalahan persaingan pasar dan produk; permasalah akses terhadap informasi pasar, dan permasalahan kelembagaan pendukung usaha mikro
b. Permodalan
c. Marjin Usaha yang cenderung tipis mengingat persaingan yang sangat tinggi
d. Kemitraan
e. Sumberdaya Manusia. Struktur organisasi dan pembagian kerja/ tugas kurang atau tidak jelas, bahkan sering mengarah pada one man show. Sulit mencari dan mempertahankan tenaga kerja atau pegawai yang memiliki loyalitas, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab yang cukup tinggi. Kemampuan manajerial perusahaan masih lemah.
f. Keuangan. Belum mampu memisahkan manajemen keuangan perusahaan dan rumah tangga. Belum mampu melakukan perencanaan, pencatatan serta pelaporan keuangan yang rutin dan tersusun baik
Dengan adanya berbagai kelemahan yang dimiliki oleh usaha mikro, maka Kebijakan pengembangan usaha mikro yang efektif hendaknya dilakukan secara lebih luas dan terpadu, bukan hanya sekedar membuat daftar program dukungan dalam hal keuangan, namun usaha mikro juga memerlukan pengkajian dan reorientasi peran pemerintah dalam banyak aspek. Pengaturan pemerintah dan implementasinya sangat mempengaruhi akses usaha mikro. Ketidakpastian hukum akan menyulitkan pengembangan usaha mikro terutama dalam menghadapi pasar yang berkembang dengan dinamis.
Pemerintah dalam mengembangkan usaha mikro juga perlu menerapkan kebijakan dan program secara transparan dan bertanggung jawab. Peran pemerintah seharusnya adalah menciptakan insentif dan iklim yang kondusif agar usaha mikro mampu menghadapi persaingan. Dengan demikian, hal ini akan membangkitkan upaya untuk menghilangkan monopoli dan menghapuskan berbagai hambatan perdagangan dalam negeri dan internasional. Dengan meningkatnya peluang bisnis dan akses kepada sumber daya produktif akan meningkatkan daya saing dan kemampuan berwiraswasta.
Referensi:
Anonimous, 1992. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992. Departemen Koperasi dan UKM, Jakarta
Anoraga, Pandji, SE, MM dan Sudantoko, Djoko, S. Sos, MM. 2002 Koperasi Kewirausahaan, dan Usaha Kecil. Rineka Cipta, Jakarta
Cheston, Suzy dan Kuhn, Lisa, 2002. Measuring Transformation: Assessing and Improving the Impact of Micro Credit. WashingtonD.C. Microcredit
Hitt, Michael A, Ireland, R. Duane, Hosjisson, Robert, Robert E, 2001. Manajemen Strategis: Daya Saing dan Globalisasi. Edisi Keempat, SouthWesternCollege Publishing, Singapura, 2001.
Hubies, M. 1997. Menuju Industri Kecil Profesional di Era Globalisasi Melalui Pemberdayaan Manajemen Industri (Buku Orasi Guru Besar). InstitutPertanian Bogor, Bogor.
Iwantono, Sutrisno. 2002. Kiat Sukses Berwirausaha: Strategi Baru Mengelola Usaha Kecil dan Menengah, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta 2002
Hollah, Detlev. ProFI Microfinance Institution Study. SMERU Working Paper. Denpasar, Maret, 2001.
Nasution, M.1999. KOPERASI: Pemikiran dan Peluang Pembangunan Masa Depan. Departemen Kehutanan dan Perkebunan, Jakarta.
Sebstad, Jennefer, Juni 1998. Toward Guidelines for Lower-Cost Impact Assessment Methodologies for Microenterprise Programs. Discussion Paper for theSecond Virtual Meeting of the CGAP Working Group on Impact AssessmentMethodologies. Washington, D. C. USAID AIMSWijaya, Kresna. 2002. Kumpulan Pemikiran: Analisis Pemberdayaan Usaha Kecil.Pustaka Wirausaha Muda, Bogor.
Menganalisis artikel dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KOMPLEKS PESONA ANGGREK BEKASI
Artikel ini berkaitan dengan kepuasan terhadap pelayanan pada minimarket Indomaret dan Alfamart pada ruang lingkup Kompleks Pesona Anggrek Bekasi. Pada abstrak dalam artikel ini, terdapat beberapa kata-kata yang rancu atau tanda baca yang digunakan , seperti misalnya pada kata Sedangkan yang seharusnya tidak dibubuhi pada awal kalimat. Alternatifnya adalah menggunakan kata Namun atau Pada diawal kalimat.
Kemudian, pada BAB PENDAHULUAN, di kalimat pertama sebaiknya kata tatkala diubah menjadi kata ketika atau saat. Pada kalimat ketiga, terdapat kata adalah merupakan, menurut saya, kata adalah merupakan kurang tepat untuk digunakan karena kata adalah dan merupakan jika digunakan pada satu kalimat, maka maknanya hampir sama. Maka sebaiknya, kata adalah tidak digunakan, sehingga yang digunakan dalam kalimat ini adalah hanya kata merupakan . Kemudian pada paragraph pertama kalimat yang terakhir, terdapat kata sebagaimana, yang sebaiknya tidak digunakan dalam kalimat ini. Pada paragraf kedua, setelah kata Pada dasarnya, sebaiknya digunakan tanda baca koma (,). Kemudian, beralih ke kalimat kedua pada kata Dan, sebaiknya tidak digunakan di awal kalimat karena Dan merupakan salah satu konjungsi yang digunakan di tengah-tengah kalimat. Selanjutnya, pada alinea ketiga, terdapat kalimat ..fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan.. oleh harapan seharusnya diubah dengan kata dengan harapan.Kemudian pada paragraph terakhir, setelah kata Untuk Itu dibubuhi tanda baca koma (,). Kemudian, masih pada paragraph terakhir alinea pertama, terdapat kalimat ..memiliki strategi pemasaran yang hampir sama dan pelayanan yang hampir sama juga.., sebaiknya kalimat tersebut dipersingkat menjadi ..memiliki strategi pemasaran dan pelayanan yang hampir sama…
Selanjutnya pada Kerangka Pemikiran, setelah kata dan lain sebagainya, sebaiknya dibubuhi tad abaca koma (,) atau titik (.)sehingga pembaca mengerti maksud dari kalimat yang disampaikan oleh penulis tersebut. Kemudian, pada kalimat yang kedua,terdapat kata Yang beberapa kali di awal kalimat, padahal konjungsi tidak boleh di bubuhi di awal kalimat karena seharusnya konjungsi di bubuhi di tengah-tengah kalimat, maka sebaiknya kata Yang tidak boleh di gunakan pada awal kalimat, cukup kata Pertama, Kedua dan seterusnya. Lalu, pada kalimat ketiga , kata meski lebih baik diubah menjadi kata walaupun, dan pada kalimat kelima, kata di kunjungi seharusnya disambung menjadi dikunjungi. Pembubuhan tanda koma (,) juga digunakan pada kalimat terakhir setelah kata Berdasarkan evaluasi diatas.
Selanjutnya pada Bab TELAAH PUSTAKA, pada kalimat ketujuh, seharusnya setelah kata Dalam jangka panjang dibubuhi tanda koma (,). Kemudian, pada kalimat selanjutnya ..dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan pada gilirannya kepuasan tersebut dapat menciptakan kesetiaan / loyalitas konsumen seharusnya lebih dipersingkat lagi menjadi dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan dapat menciptakan kesetiaan / loyalitas konsumen, semua itu dilakukan agar tidak tejadi pemborosan kata-kata. Kemudian pada Pengertian perilaku konsumen, pada kalimat ketiga, seharusnya kata di prediksi disambung menjadi diprediksi. Lalu, pada paragraph kedua kalimat terakhir Kepuasan Pelanggan, kata tentang alangkah lebih baiknya bila diganti menjadi mengenai.
Beralih pada HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, pada paragraph kedua kalimat kedua Dan dalam seharusnya diganti dengan kata pada. Pada paragraf keempat kalimat pertama terdapat kata ternyata memang, sebaiknya digunakan salah satu kata saja, ternyata atau memang yang akan dibubuhi pada kalimat ini. Terdapat beberapa kali penulis menggunakan kata Dan pada awal kalimat yang seharusnya tidak boleh digunakan diawal kalimat misalnya pada paragraph kedua, paragraph ketiga, paragraph kelima, paragraph ketujuh, paragraph kedelapan, paragraph kedua belas, paragraph ketiga belas,dan paragraph kelima belas.
Kemudian, pada Bab KESIMPULAN DAN SARAN pada kalimat Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan adalah sebagai berikut , seharusnya dibubuhi tanda koma (,) setelah kata pembahasan, dan kemudian kata diantaranya adalah sebagai berikut dapat dihapus kata sebagai berikut atau kata adalah yang dihapus (hanya digunakan salah satu saja).
Bab terakhir yaitu Saran, seharusnya pada saran yang pertama diganti dengan kalimat persediaan barang pada minimarket Indomaret agar disajikan lebih lengkap sehingga semua yang diinginkan konsumen dapat dipenuhi. Kemudian saran yang kedua, seharusnya, mayoritas konsumen Indonesia sensitif terhadap harga, oleh karena itu Alfamart sebaiknya menekan harga dengan cara memutuskan saluran distributor yang panjang, sehingga dapat meminimalkan biaya agar harga menjadi sama dengan pesaing.
MganMengulas artikel dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KOMPLEKS PESONA ANGGREK BEKASI
Artikel ini berkaitan dengan kepuasan terhadap pelayanan pada minimarket Indomaret dan Alfamart pada ruang lingkup Kompleks Pesona Anggrek Bekasi. Pada abstrak dalam penulisan ini, terdapat beberapa kata-kata yang rancu atau tanda baca yang digunakan , seperti misalnya pada kata Sedangkan yang seharusnya tidak dibubuhi pada awal kalimat. Alternatifnya adalah menggunakan kata Namun atau Pada diawal kalimat.
Kemudian, pada BAB PENDAHULUAN, di kalimat pertama sebaiknya kata tatkala diubah menjadi kata ketika atau saat. Pada alinea ketiga, terdapat kata adalah merupakan, menurut saya, kata adalah merupakan kurang tepat untuk digunakan karena kata adalah dan merupakan jika digunakan pada satu kalimat, maka maknanya hampir sama. Maka sebaiknya, kata adalah tidak digunakan, sehingga yang digunakan dalam kalimat ini adalah hanya kata merupakan . Kemudian pada paragraph pertama kalimat yang terakhir, terdapat kata sebagaimana, yang sebaiknya tidak digunakan dalam kalimat ini. Pada paragraf kedua, setelah kata Pada dasarnya, sebaiknya digunakan tanda baca koma (,). Kemudian, beralih ke kalimat kedua pada kata Dan, sebaiknya tidak digunakan di awal kalimat karena Dan merupakan salah satu konjungsi yang digunakan di tengah-tengah kalimat. Selanjutnya, pada alinea ketiga, terdapat kalimat ..fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan.. oleh harapan seharusnya diubah dengan kata dengan harapan.Kemudian pada paragraph terakhir, setelah kata Untuk Itu dibubuhi tanda baca koma (,). Kemudian, masih pada paragraph terakhir kalimat pertama, terdapat kalimat ..memiliki strategi pemasaran yang hampir sama dan pelayanan yang hampir sama juga.., sebaiknya kalimat tersebut dipersingkat menjadi ..memiliki strategi pemasaran dan pelayanan yang hampir sama…
Selanjutnya pada Kerangka Pemikiran, setelah kata dan lain sebagainya, sebaiknya dibubuhi tad abaca koma (,) atau titik (.)sehingga pembaca mengerti maksud dari kalimat yang disampaikan oleh penulis tersebut. Kemudian, pada kalimat yang kedua,terdapat kata Yang beberapa kali di awal kalimat, padahal konjungsi tidak boleh di bubuhi di awal kalimat karena seharusnya konjungsi di bubuhi di tengah-tengah kalimat, maka sebaiknya kata Yang tidak boleh di gunakan pada awal kalimat, cukup kata Pertama, Kedua dan seterusnya. Lalu, pada kalimat ketiga , kata meski lebih baik diubah menjadi kata walaupun, dan pada kalimat kelima, kata di kunjungi seharusnya disambung menjadi dikunjungi. Pembubuhan tanda koma (,) juga digunakan pada kalimat terakhir setelah kata Berdasarkan evaluasi diatas.
Selanjutnya pada Bab TELAAH PUSTAKA, pada kalimat ketujuh, seharusnya setelah kata Dalam jangka panjang dibubuhi tanda koma (,). Kemudian, pada kalimat selanjutnya ..dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan pada gilirannya kepuasan tersebut dapat menciptakan kesetiaan / loyalitas konsumen seharusnya lebih dipersingkat lagi menjadi dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan dapat menciptakan kesetiaan / loyalitas konsumen, semua itu dilakukan agar tidak tejadi pemborosan kata-kata. Kemudian pada Pengertian perilaku konsumen, pada kalimat ketiga, seharusnya kata di prediksi disambung menjadi diprediksi. Lalu, pada paragraph kedua kalimat terakhir Kepuasan Pelanggan, kata tentang alangkah lebih baiknya bila diganti menjadi mengenai.
Beralih pada HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, pada paragraph kedua kalimat kedua Dan dalam seharusnya diganti dengan kata pada. Pada paragraf keempat kalimat pertama terdapat kata ternyata memang, sebaiknya digunakan salah satu kata saja, ternyata atau memang yang akan dibubuhi pada kalimat ini. Terdapat beberapa kali penulis menggunakan kata Dan pada awal kalimat yang seharusnya tidak boleh digunakan diawal kalimat misalnya pada paragraph kedua, paragraph ketiga, paragraph kelima, paragraph ketujuh, paragraph kedelapan, paragraph kedua belas, paragraph ketiga belas,dan paragraph kelima belas.
Kemudian, pada Bab KESIMPULAN DAN SARAN pada kalimat Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan adalah sebagai berikut , seharusnya dibubuhi tanda koma (,) setelah kata pembahasan, dan kemudian kata diantaranya adalah sebagai berikut dapat dihapus kata sebagai berikut atau kata adalah yang dihapus (hanya digunakan salah satu saja).
Bab terakhir yaitu Saran, seharusnya pada saran yang pertama diganti dengan kalimat persediaan barang pada minimarket Indomaret agar disajikan lebih lengkap sehingga semua yang diinginkan konsumen dapat dipenuhi. Kemudian saran yang kedua, seharusnya, mayoritas konsumen Indonesia sensitif terhadap harga, oleh karena itu Alfamart sebaiknya menekan harga dengan cara memutuskan saluran distributor yang panjang, sehingga dapat meminimalkan biaya agar harga menjadi sama dengan pesaing.
Jumat, 02 April 2010
PILIHAN GANDA
1.Jika variable-variabel kegiatan ekonomi yang diperhatikan : C, S, I, Y, Tx, G dan T maka perekonomian tersebut merupakan :
a.Perekonomian tertutup sederhana
b.Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiscal
c.Perekonomian terbuka dengan kecepatan fiscal
d.Perekonomian terbuka tanpa kebijakan fiscal
Jawaban : b
2.Apabila kurva IS landai, maka kebijakan yang efektif adalah :
a.Kebijakan fiscal
b.Kebijakan moneter
c.Kebijakan Pendapatan
d.Kebijakan Luar Negeri
Jawaban : a
3.Motif memegang uang yang besar-kecilnya tergantung dari besar-kecilnya transaksi adalah :
a.Permintaan uang untuk transaksi
b.Permintaan uang untuk berjaga-jaga
c.Permintaan uang untuk spekulasi
d.Jumlah uang yang beredar
Jawaban : b
4.Jika dalam transaksi perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang, ekspor produk Indonesia lebih besar dari impor Jepang maka posisi untuk Indonesia :
a.Neraca jasa mengalami deficit
b.Neraca barang mengalami defisit
c.Neraca perdaganganmengalami surplus
d.Neraca perdagangan mengalami defisit
Jawaban : a
5.Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah seperti dibawah, kecuali :
a.Distribusi pendapatan nasional
b.Kebijaksanaan financial perusahaan
c.Ramalan di waktu yang akan datang
d.Jauh-dekatnya pasar
Jawaban : d
6.Fungsi konsumsi Keynes menunjukkan hubungan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsunsi yang dinyatakan dengan :
a.Tingkat harga berlaku
b.Pendapatan absolute
c.Tingkat harga konstan
d.Keuntungan absolute
Jawaban : b
7.Dalam analisa keefektifan kebijaksanaan fiscal yang terjadi pada Liquidity Trap Range adalah …
a.Paling efektif
b.Kurang efektif
c.Tidak efektif
d.Tergantung pajak yang ada
Jawaban : a
8.Dibawah ini adalah cra pemerintah dalam mengatur jumlah uang beredar dengan cara Qualitative Credit Control adalah :
a.Rediscount rate
b.Open Market Operation
c.Legal Reserve Requirement
d.Selective Credit control
Jawaban : d
9.Pada saat tingkat bunga tinggi, jumlah uang yang diminta untuk motif spekulasi adalah :
a.Tinggi
b.Rendah / kecil
c.Tidak menentu
d.Tetap
Jawaban : b
10.Yang dimaksud uang dalam pengertian L1 adalah :
a.Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga
b.Permintaan uang untuk berjaga-jagadan untuk spekulasi
c.Permintaan uang untuk spekulasi
d.Penawaran uang
Jawaban : a
11.Motif memegang uang terdiri dari tiga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh :
a.Besarnya pendapatan
b.Besarnya Resiko
c.Besarnya transaksi
d.Besarnya spekulasi
Jawaban : b
12.Buku yang menjadi dasar analisis Makro Ekonomi dikarang oleh :
a.Adam Smith
b.David mc Celland
c.John Maynard Keynes
d.Milton Fredman
Jawaban : c
13.Dibawah ini adalah istilah yang tidak sama dengan istilah pasar barang :
a.Commodity market
b.Expenditure sector
c.real sector
d.Economic sector
Jawaban : d
14.Dua factor penting yang menetukan / diperlukan untuk memutuskan suatu investasi adalah :
a.Keuntungan yang diharapkan dan tingkat bunga
b.Pendapatan nasional dan tingkat bunga
c.Besarnya konsunsi dan tabungan
d.Pertumbuhan ekonomi dan inflasi
Jawaban : a
15.Biaya bersih sesudah dikurang semua biaya tak termasuk biaya bunga disebut :
a.Marginal physical product
b.Marginal Effisiency of capital
c.Marginal Efficiency of Investment
d.Marginal utility
Jawaban : b
16.Di bawah ini mana yang benar :
a.Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi dikurangi suku bunga nominal
b.Tingkat suku bunga riil sama dengan suku bunga nominal dikurangi inflasi
c.Tingkat suku bunga riil sama dengan suku bunga nominal
d.Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi
Jawaban : b
17.Fungsi investasi dibedakan menjadi dua. Dalam analisis makro biasanya investasi perusahaan diasumsikan sebagai :
a.Investasi terpengaruh
b.Investasi marginal
c.investasi nominal
d.investasi otonomi
Jawaban : d
18.Mekanisme transmisi Keynes tradisional berjalan melalui :
a.Cost of Fund
b.Cost of Capital Effect
c.Marginal Effeiency of Investment
d.Marginal Physical product
Jawaban : a
19.Mekanisme Transmisi Keynes modern dibagi dalam tiga bagian. Dibawah ini yang bukan dari ketiga bagian tersebut adalah :
a.Penyesuaian portofolio di sector moneter
b.Mekanisme transmisi melalui cost of capital effect
c.Penyesuaian di sector nyata/ riil
d.Penyesuaian di sector industry
Jawaban : b
20.Pelopor teori kuantitas uang modern adalah :
a.Milton Fredm
b.John Maynard Keynes
c.Adam Smith
d.Irving Fisher
Jawaban : b
21.Pengaruh perubahan harga terhadap jalannya perekonomian dikenal dengan nama :
a.Cost of capital effect
b.Keynes effect
c.Income effect
d.Hallo effect
Jawaban : a
22.Pernyataan berikut ini yang benar mengapa Ilmu ekonomi dipelajari, adalah :
a.Membantu seseorang dalam mengelola kekayaannya
b.Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk memecahkan masalah ekonomi
c.Untuk membantu pelaku memperoleh keuntungan
d.Membantu pengusaha dalam menentukan harga
Jawaban : b
23.Permasalahan ekonomi makro mencakup dua hal yakni masalah jangka panjang dan masalah jangka pendek. Masalah jangka pendek meliputi :
a.Pengangguran dn ketimpangan neraca pembayaran
b.Inflasi dan pertambahan penduduk
c.Pengangguran dan pertambahan kapasitas factor produksi
d.Inflasi dan ketersediaan dana investasi
Jawaban : a
24.Dalam analisis jangka pendek ada beberapa factor yang diasumsikan tidak berubah atau tidakbisa diubah, yaitu seperti dibawah ini, kecuali :
a.Kapasitas produksi total dari perekonomian
b.Jumlah penduduk dan jumlah angkatan kerja
c.Harga barang dan jasa
d.Lembaga sosial dan politik
Jawaban : c
25.Unutk menjalankan perekonomian jangka pendek pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek adalah, seperti dibawah, kecuali :
a.Menambah jumlah uang yang beredar
b.Mengeluarkan obligasi Negara
c.Menurunkan bunga kredit bank
d.Meningkatkan kapasitas produksi
Jawaban : d
26.Suatu hal yang melandais kaum klasik dalam pasar barang bersifat “self regulating” adalah :
a.Hrga tetap/konstan
b.Berlakunya hokum say
c.Pengangguran sering terjadi dalam perekonomian
d.Kapasitas produksi terus bertambah
Jawaban : b
27.Perbedaan teori klasik dengan teori Keyness diantaranya menyangkut masalah nilai uang. Yang dimaksud nilai uang menurut teori ekonomi klasik adalah :
a.Tingkat bunga simpanan
b.Tingkat bunga pinjaman
c.Nilai nominal uang
d.Nilai riil uang
Jawaban : c
28.Situasi makro suatu perekonomian terytama dipasar barang, teori klasik berbeda dengan teori Keynes. Menurut Keynes kegiatan dipasar barang ditentukan oleh :
a.Mekanisme harga
b.Permintaan efektif masyarakat
c.Harga barang dan jasa
d.Pendapatan masyarakat
Jawaban : b
29.Besarnya angka pengganda (effect multiplier) untuk perekonomian terbuka adalah :
a.1/a-c
b.1/1-c+m
c.1/c
d.1/1-c-m
Jawaban : a
30.Didalam perekonomian terbuka terdapat unsure/ komponen yang tidak ada di dalam perekonomian tertutup yaitu ekspor dan impor, kedua komponen tersebut disebut :
a.Neraca perdagangan
b.Neraca Pembayaran
c.Arus kas netto
d.Tranfer Payment
Jawaban : a
31.Pos-pos yang terda[at dalam APBN mempunyai pengaruh di dalam perekonomian, dibawah ini pos dalam APBN yang bersifat deflasioner, yaitu :
a.Transfer Payment
b.Obligasi dari masyarakat
c.Kredit dari bank sentral
d.Pengeluaran Negara
Jawaban : d
32.Kredit bank sentral akan mempengaruhi jumlah uang yan beredar melalui money multiplier. Sebelum jumlah uang beredar bertambah. Pengaruh langsung yang terjadi adalah :
a.Bertambahnya jumlah uang inti
b.Berkurangnya jumlah uang inti
c.Berkurangnya tingkat suku bunga
d.Berkurangnya tingkat suku bunga
Jawaban : a
33.Uang inti yang ada di masyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti dibawah ini adalah :
a.Bunga giro dan deposito
b.Bunga kredit bank
c.Pengeluaran pemerintah
d.Bea masuk
Jawaban : b
34.Kebijakan moneter sulit diterka, sehingga menyulitkan penggunaanya dalam praktek, sehingga pemerintah secara otomatis dan teratur, menaikan jumlah uang beredar sesuai dengan kenaikan kebutuhan uang rata-rata sebagai ganti dari kebijakan moneter. Pernyataan di atas sesuai dengan pemikiran :
a.Adam Smith
b.Joh n Maynard Keynes
c.Milton Friedman
d.David Ricardo
Jawaban : b
35.Menurut Keynes permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh :
a.Tingkat harga dan GDP riil
b.Suku bunga dan GDP nominal
c.Tingkat harga dan GDP riil
d.Tingkat harga dan GDP nominal
Jawaban : d
36.Dalam analisis permintaan terdapat dua konsep yaitu Keynes Effect dan Pigou Effect merupakan perubahan harga yang mengakibatkan tingkat pendapatan keseimbangan, melalui..
a.Real money supply
b.Real cash balance masyarakat
c.Money multiplier
d.Income multiplier
Jawaban :b
37.AC. Pigou menerangkan pengaruh perubahan harga berpengaruh pada tingkat pendapatan keseimbangan, dalam artikelnya yang terkenal adalah :
a.Tha Wealth of Nation
b.The Organization Ethic
c.The Classical StationaryState
d.The Classical theory
Jawaban : a
38.Pigou effect adalah pengaruh perekonomian akibat dari perubahan harga melalui :
a.Real money supply
b.Real cash balance masyarakat
c.Money multiplier
d.Income multiplier
Jawaban : c
39.Yang dimaksud kurva IS adalah :
a.Kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat bunga dengan pendapatan nasional
b.Kurva yang menunjukkan hubungan antara pendapatan nasionaldengan tingkat bunga
c.Kurva yang menunjukkan hubungan pendapatannasional pada tingkat investasi
d.Kurva yang menunjukkan hubungan pendapatan nasionaldengan tingkat tabungan
Jawaban : b
40.Keadaan perekonomian dimana terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang tetapi memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang atau sebaliknya, disebut :
a.Keseimbangan sementara
b.Keseimbangan pasar barang
c.Keseimbangan pasar uang
d.Keseimbangan semu
Jawaban : d
41.Permintaan uang (L1) merupakan gabungan dari permintaan uang untuk transaksi dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Dijadikan satu karena permintaan uang utnuk berjaga-jaga besar- kecilnya tergantung dari :
a.Pendapatan
b.Tingkat Harga
c.Transaksi
d.Tingkat bunga
Jawaban : d
42.Dibawah ini adalah kebijakan pemerintah dalam pasar uang yang termasuk dalam “ Quantitative Credit Control “, kecuali :
a.Selective Credit Control
b.Manipulasi legal reserve ratio
c.Open market operation
d.Rediscount policy
Jawaban :
43.Pada tahun 1974, seorang ekonom yang memperjelas garis yang membatasi teori kuantitas uang dengan teori lainnya adalah :
a.Adam Smith
b.John Maynard Keynes
c.Milton Friedman
d.Thomas M. Humphrey
Jawaban : b
44.Perumusan teori kuantitas uang yang oleh kebanyakan ahli ekonomi dianggap sebagai perumusan yang tertua terdapat pada tulisan :
a.Milton Friedman
b.Adam Smith
c.John Maynard Keyness
d.Jean Bodin
Jawaban : b
45.Karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan percetakan uang baru atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah, ketiga hal diatas berakibat :
a.Demand Inflation
b.Cost Inflation
c.Domestic Inflation
d.Imported Inflation
Jawaban : b
46.Fungsi konsumsi menurut konsepsi Keyness pada tahun 1940 telah menimbulkan ..
a.Hipotesa konsumsi
b.Variabel nyata
c.Hipotesa pendapatan
d.Hipotesa stagnasi
Jawaban : a
47.Dibawah ini adalah pernyataan yang ditekankan dalam teori inflasi structural, kecuali :
a.Menerangkan proses inflasi jangka panjang di Negara sedang berkembang
b.Junlah uang yang beredar bertambah dan secara pasif mengikuti dan menampung kenaikan harga-harga tersebut
c.Inflasi selalu tejadi pada Negara sedang berkembang
d.Ketegaran-ketegaran yang ada disebabkan oleh kebijaksanaan harga atau moneter pemerintah sendiri
Jawaban : a
48.Menurut teori structural ada 2 ketegaran dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang bisa menimbulkan inflasi, salah satunya adalah ketegaran yang berkaitan dengan :
a.Kegagalan Pasar
b.Pengangguran
c.Ketidakelastisan dari penerimaan ekspor
d.Ketidakelastisan harga
Jawaban : d
49.Perbedaan demand inflation dengan cost inflation terlihat pada …
a.Dari segi kenaikan harga output
b.Volume output (GDP riil)
c.Omzet Penjualan
d.Sarana produksi
Jawaban : a
50.Kenaikan harga barang akhir (output) mendahului kenaikan barang-barang input dan harga factor produksi. Keadaan ini terjadi dalam pasar :
a.Suppressed inflation
b.Demand Inflation
c.Supply Inflation
d.Cost Inflation
Jawaban : b
ESSAY
1.Sebutkan pos-pos kebijaksanaan fiscal dalamAPBN. Dan jelaskan 3 konsep deficit, surplus, dan berimbang dari pos-pos yang ada dalam neraca anggaran tersebut !
Jawab :
@ Konsep deficit
1) G + W + Tr > Tx
2) G + W+ Tr > Tx +B
3) G + W + Tr >Tx + B + F atau
U>0
@Konsep Surplus
1) G + W + Tr< Tx
2) G + W+ Tr < Tx +B
3) G + W + Tr
U< 0
@ Konsep Berimbang
1)G + W + Tr = Tx
2)G + W+ Tr =Tx +B
3)G + W + Tr =Tx + B +F atau
U= 0
Dimana :
G:Belanja barang dan jasaW:Gaji Pegawai
Tr:Transfer PaymentTx:Penerimaan Pajak
B:Pinjaman/obligasi dalam negeriF :Pinjaman /Hutang Luar negeri
U:Kredit likuiditas Bank Sentral
2.Jika diketahui marginal propencity to consume sebesar 0.8 dan dana tersedia 2 milyar. Berapa besarnya permintaan egregat bila pemerintah menempuh jalan :