Senin, 22 Februari 2010

BUMN yang bermasalah dengan Pajak

Pajak merupakan salah satu kewajiban yang harus di bayar oleh setiap warga Negara tak terkecuali Indonesia. Baik Pemerintah, Lembaga- lembaga swasta, perusahaan , dan BUMN sekalipun. Tak ada yang terlepas dari pajak itu sendiri, karena pajak adalah salah satu unsur pembangun perekonomian di Indonesia.

Alangkah baiknya, setiap wajib pajak melaksanakan kewajibannya membayar pajak, namun, kadang kala banyak wajib pajak yang “nakal” yang menunda pembayaran pajak atau malah enggan untuk membayar pajak.

Demikian pula dengan BUMN, salah satu badan usaha Negara yang juga sepatutnya membayar pajak tepat waktu, bukan menunda pembayarannya.

Dalam ungkapan Kementrian BUMN menyebutkan bahwa di temukannya permasalahan pajak yang terjadi di 76 BUMN dengan total nilai mencapai Rp. 5,40 triliun. Namun, data pajak bermasalah tersebut masih harus disinkronkan dengan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Departemen Keuangan (Depkeu). (VIVAnews,21 februari 2010)

Data dari Kementerian BUMN menunjukkan permasalahan pajak BUMN digolongkan dalam empat kategori. Pajak bermasalah terbesar dikarenakan masih dalam proses Pengadilan Pajak senilai Rp 4,24 triliun berasal dari tiga BUMN. (VIVAnews,21 februari 2010)

Dalam kasus ini, pajak yang masih bermasalah sebagian besar berasal dari PT Pertamina senilai Rp 4,2 triliun dan sisanya Rp 40 miliar dari BUMN lainnya. (VIVAnews,21 februari 2010)

Pajak bermasalah lain adalah akibat perbedaan persepsi dengan kantor pajak senilai Rp 559,25 miliar yang terjadi di 10 perusahaan, permasalahan karena ketidakmampuan BUMN kecil membayar pajak karena likuiditas yang minim senilai Rp 564,17 miliar dari 19 perusahaan, serta karena masalah lainnya seperti administrasi dan pidana senilai Rp 36,45 miliar. (VIVAnews,21 februari 2010)

Kendati masih memiliki permasalahan pajak, BUMN juga mencatat adanya kelebihan pembayaran pajak dari Pertamina dan PLN Batam senilai Rp 15,22 triliun. (VIVAnews,21 februari 2010, antique.putra@vivanews.com)

Tidak sedikit BUMN yang menunggak pembayaran pajak, lalu apa benar sebanyak 76 BUMN yang menunggak pajak? Bagaimana bisa terjadi masalah tersebut?Apakah Ditjen pajak kurang memperhatikan masalah-masalah yang berkenaan dengan BUMN?

Ternyata, menurut Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu, mengatakan bahwa hanya terdapat tiga perusahaan yakni PT Perkebunan Nusantara XIV, PT Merpati Nusantara, dan PT Djakarta Lloyd. Jika ketiga perusahaan tersebut dipaksakan untuk membayar pajak, maka diprediksi akan mengalami bangkrut. Kalau memang persoalan ini ingin selesai, utang pajak itu diubah saja jadi penyertaan modal negara atau ditanggung pemerintah. Untuk memutuskan hal itu tentu harus dibicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (29/1). Namun, Didu menambahkan bahwa BUMN mendukung langkah yang dilakukan oleh Ditjen Pajak untuk mengemukakan ke public mengenai siapa saja yang melakukan penunggakan pajak. Hanya saja, wajib pajak juga diberi hak menjelaskan. BUMN akan tindak lanjuti dengan memanggil semua perusahaan milik BUMN agar menjelaskan persoalannya, agar kita memiliki stratifikasi. Karena tunggakan pajak ini harus menjadi perhatian. Lalu, mengenai masalah tunggakan pajak juga terjadi dengan adanya beberapa BUMN yang masih bersengketa di pengadilan pajak, di antaranya PT Jamsostek, PT Semen Tonasa, dan PT Angkasa Pura. Statusnya yang sengketa memang masih besar tunggakananya, karena penafsiran Undang-undang Pajak yang baru. Hal ini mungkin Ditjen pajak masih menganggap yang statusnya sengketa tersebut dianggap tunggakan (Jumat,29 Januari 2010).*http://www.jpnn.com/index.php?mib=beritarubrik&rb=216

Lalu, apakah BUMN telah membayar kewajibannya itu sesegera mungkin?bagaimana Ditjen Pajak menanggapi masalah ini?

Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan tunggakan pajak perusahaan BUMN tinggal sebesar Rp1 triliun-Rp2 triliun. Angka ini diperoleh setelah pemisahan perusahaan nonBUMN dalam daftar tunggakan pajak dari Ditjen Pajak. Menurut Menteri Negara (Menneg) BUMN Mustafa Abubakar, menyatakan sisa tunggakan pajak sejumlah perusahaan BUMN sebesar Rp1 triliun-Rp2 triliun. Hal itu dihitung dari setelah mengeluarkan tunggakan pajak bukan perusahaan BUMN. Selama ini tunggakan pajak sejumlah perusahaan nonBUMN tergabung dengan perusahaan BUMN. Dengan begitu tunggakan ini sangat besar. ( ademaulidin@wartaekonomi.com)

Penurunan jumlah tunggakan pajak, ujar Mustafa, tidak terjadi akibat pembayaran pajak dilakukan oleh perusahaan BUMN secara langsung. Kementerian BUMN akan memfasilitasi perusahaan BUMN dan Ditjen Pajak dalam penyelesaian tunggakan pajak. ( ademaulidin@wartaekonomi.com)

Semula Ditjen Pajak menyebutkan tunggakan pajak sejumlah perusahaan BUMN sebesar Rp7 triliun. Kemudian, angka ini menjadi Rp2,7 triliun setelah konfirmasi kedua pihak.( ademaulidin@wartaekonomi.com)

Malahan dari 2,7 triliun setelah diselidiki jumlah tunggakan ini bukan berasal dari BUMN saja. Namun, sejumlah perusahaan swasta dan lembaga pemerintah tergabung dalam tunggakan tersebut. Mochamad Ade Maulidin ( ademaulidin@wartaekonomi.com)

Dari pernyataan tersebut di atas, bahwa tidak sedikit BUMN yang menunggak pembayaran pajak, bahkan hutangnya mencapai milyaran bahkan triliunan rupiah. Namun, Ditjen pajak sendiri telah berusaha untuk menanggapi dan memberikan solusi terbaik untuk BUMN yang menunggak. Kita berharap semoga pembayaran pajak tidak harus di tunda-tunda bagi semua wajib pajak agar pembangunan di Indonesia berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Sumber:

* VIVAnews,21 februari 2010

* http://www.jpnn.com, Jumat (29 Januari 2010).

* ademaulidin@wartaekonomi.com

Minggu, 07 Februari 2010

Cinta Untuk Sahabat

Beribu hari kulewati bersama denganmu..

Tak perduli sengatan matahari yang panas dan membakar raga ini..

Bagiku,,hanya kau yang mampu menyejukkan hari-hariku..

Dan mampu membekukan segala amarahku..

Walau hati ini pernah tersakiti olehmu,

Namun,, rasa sayang ini membuatku luluh dan memaafkan segala kesalahanmu..

Perbedaan dan kekurangan yang kita miliki,,

Serasa lenyap karena keceriaan dan keindahan yang tecipta dalam persahabatan kita..

Mungkin, aku memang bukan siapa-siapa..

Hanya seorang sahabat yang selalu menyayangimu selagi ku mampu,,

Hanya seorang teman yang ada di sampingmu saat bahagia,,

Dan selalu setia menemani saat kau sedang lara,,

Ku berharap persahabatan ini akan terus berlanjut dan selalu memberikan warna dalam hidupku

Kamis, 14 Januari 2010

Rindunya Kak Rindu


K Rindu,,

Kakak ku yang satu ini sering sekai buat ulah, selalu saja membuatku jengkel. Entahlah sepertinya dia ingin membuatku marah, tapi tenang saja, aku juga telah menyiapkan sesuatu untuk nya. Ya..sudah pasti membuat beribu kejailan untuknya..

“Ka, kakak dimana? Fari lagi di sekolah, bentar lagi pulang ko..”

“Kakak lagi di jalan,far, lagi beli bunga untuk teman kakak yang lagi sakit. Rencananya kakak akan menjenguk dia,far..”

“Lho? Sendiri? “

“Iya,, tenang ajha,,kakak ga papa ko, kakak kan wonder woman,,hehehe..”

Aku hanya mengengguk saja ketika dia menutup handphone nya, dialah satu-satunya kakak ku yang aku sayangi. Maklum kami hanya dua bersaudara. Sepasang pula, aku Gibran Al-gifari dan kakakku Rindu Salsabila. Kami terpaut 7 tahun,aku masih duduk di bangku SMP kelas 2 dan kakak ku melanjutkan S1 Akuntansi nya, ehm..kira-kira semester 4. Aku bangga dengan kakak ku. Tiap semester dia selalu mendapat beasiswa dari kampusnya, kadang-kadang aku mencuri melihat nilai IPK nya, hampir 4, Aku pun tak mengerti, apa itu IPK kata kakak itu Indeks Prestasi Kumulatif, aku meangguk-angguk saja, walaupun agak kurang mengerti. Hahaha..

Sebentar lagi aku pulang, ya..memang rumah kami tidak jauh dari rumah hanya naik angkutan umum sekali. Dan bummmm…sampe deh..hehehe..

Baru aku membuka pintu rumah, telepon rumahku bordering, aku langsung mengangkat gagang teleponnya dan..

“Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam, apa betul ini rumah Rindu Salsabila?”

“Iya, betul, itu kakak saya,ada apa ya?”

“Kakak anda sekarang ada di Rumah Sakit Harapah Jaya di kamar Melati.”

Ada apa dengan dia?”

“Saya tidak bisa ceritakan di telepon, sebaiknya anda dan keluarga kesini secepatnya”

Aku pun menutup telepon itu, belum sempat aku mengganti seragam putih biruku, aku langsung beritahu ibu dan ayah.

Sesampainya dirumah sakit, aku menangis..Tidak tahan melihat kakak yang terbaring di tempat tidur dengan banyak selang di tangannya. Bantuan pernafasan juga dikenakan di sekitar wajahnya.

Aku jatuh, tak tau harus berbuat apa. Tiba-tiba ada seorang laki-laki muda yang menghampiriku, dan mengajakku untuk duduk sementara ayah dan ibu belum tiba..

“Kamu adiknya Rindu?”

Dengan wajah yang penuh air mata, aku menjawab, “iya, saya adiknya. Ada apa dengan K Rindu, ka?”

“Saya melihat kakakmu kecelakaan, di tabrak oleh bus umum pada saat kakakmu ingin menyebrang jalan, dia membawa seikat bunga pula. Saya sempat tak tau harus berbuat apa, karena kakakmu terpelanting jauh dan kepalanya terbentur batu besar di pinggir jalan. Saya tak tau apa dia bisa selamat, karena dokter bilang, otak kiri dan kanan hampir tidak berfungsi,mungkin dikarenakan terlempar jauh dan terbentur batu. Maaf, saya tidak bisa berbuat banyak juga.”

“Tidak apa,k,justru saya berterimakasih sekali kakak telah membawa kakak saya ke sini” jawabku singkat.

Hampir tidak percaya aku, padahal sebelum aku pulang aku sempat menelpon dia. Memang ada sekelebat pertanyaan dipikiranku, mengapa aku mau menelponnya,biasanya kakak yang selalu menelon duluan.

Aku hanya bisa melihat kakak,, menangis disampingnya.

“K,kakak harus kuat, fari yakin,kakak kuat. Kakak adalah kakak fari satu-satunya. Fari mau sama kakak. Melewati hari-hari fari sama kakak, becanda bareng lagi sama kakak, iseng sama kakak, semua itu asyik dibandingkan fari bersama teman-teman. K, fari mohon, bertahan!” sambil menetekan air mata, aku menggenggam tangan kak Rindu yang begitu lemah, aku hanya mencium tangannya dan melihat wajah manisnya yang penuh luka baret.

Tak lama kemudian, kakak muda yang menolong kak Rindu datang kembali dan menyerahkan handphone kakak yang sudah agak rusak kepadaku, katanya handphone kakak ikut terjatuh juga namun masih berfungsi , dari handphone itu kakak muda itu menelpon rumahku.

Akupun keluar untuk membiarkan kakak istirahat, aku pun membaca sms dari draftnya, biasanya banyak anak perempuan sekelasku yang menulis isi curhatannya di draft.

“Hari ini hari jadianku, sudah satu tahun lamanya aku menjalin hubungan dengannya. Siapa lagi kalau bukan si Hide, ya…sebenarnya bukan Hide namanya, nama itu aku ambil dari bahasa Inggris, ya..begitulah adanya. Habis, dia tidak pernah mau bertemu dengan ku, ya aku namakan saja dengan Bersembunyi..hahaha..”

“Ah…akhirnya tugas kuliah selesai juga,,aku kangen banget sama dia.. Kapan ya,,aku bisa bertemu dan melihat wajahnya.. Dari awal pacaran, aku belum pernah melihat nya, tapi, entah mengapa aku percaya saja dengan dia..hahaha,,,bodoh juga aku..”

Baru dua sms di draft yang aku baca, aku teringat Kak Arga Andana. Kakak memang sering juga menceritakan dia. Tapi, aku belum pernah melihat batang hidungnya.. Main ke rumahpun belum pernah. Aku juga ga tau kenapa, kakak bisa pacaran jarak jauh begitu. Aku belum mengerti soal perasaan, maklum kata ayah, aku harus sudah bekerja dulu kalau mau bicara soal perasaan ^-^

Memang, sudah genap dua tahun dia pacaran dengan Kak Arga, tapi belum pernah Kak Arga menemuinya. Entahlah apa yang ada dibenak K Arga, tega sekali dia membiarkan kakakku yang manis ini menunggu hingga bertahun-tahun. Aku juga tidak mengerti jalan pikiran kakak, kenapa kakak masih saja setia menunggunya yang bahkan kita tidak tahu rupanya seperti apa. Kakak setia menunggu, sementara dia nunjauh disana, belum tentu merasakan hal yang sama dengan kakak.

Pernah suatu kali kakak berkata padaku,,

“ Far, ehm…kamu tau Kak Arga yang sering kk ceritakan ke kamu,kan?”

Aku hanya mengangguk waktu itu,lalu kakak melanjutkan ceritanya.

“Iya,, kapan ya aku bisa melihat wajahnya, sekali saja.. Sekali. Aku takut, aku tidak bisa melihatnya lagi nanti. Kamu tau ga,far, kakak sangat ingin bertemu sama dia. Boleh dibilang rindu setengah mati. Bagaimana tidak, kakak belum pernah bertemu, far, mungkin dia akan baru menemui kakak kalau kakak udah sekarat di rumah sakit kali ya… hehehehe..”

“Lho? Ko kakak ngomong gitu? Ga baik,kak”

“ Habis … saat kakak sehat ga kurang satu apapun, dia ga mau melihat kakak, mungkin kalau kakak sakit keras, dia iba dan langsung menemui kakak. Nah..mungkin saja kakak bisa sembuh… ya,kan?” sambil tersenyum,kakak melontarkan kata-kata itu.

Aku hanya menggeleng kepala melihat sikap kakak, seperti anak kecil, tapi..itu yang aku suka dari kakak.. Ceria, pintar menutupi kesedihannya. O iya,aku baru tau,, mungkin saja Kak Arga bisa menyadarkan kakak dari tidur panjangnya..

Ku coba telepon Kak Arga,

“ Halo, ini Ka Arga?”

“Ini siapa? Rindu?”

“bukan ini adiknya Fari, kak bisa kita ketemu?”

“Ehm..maaf Fari,,kakak ga bisa ketemu kamu”

“kenapa?!!!!!!!” jawabku dengan nada tinggi.

“Hei….yang sopan kalau bicara, saya ini lebih tua dari kamu..!”

“ Kamu!! Kamu yang membuat kakakku jadi seperti ini, kamu tau? Kakak dirawat di Rumah Sakit, dan asal kamu tau, kakak selalu memikirkan kamu, kak Rindu rindu dengan kamu. Kenapa kamu mempermainkan hatinya dia..?” kataku sambil menitikkan air mata..

K Arga diam..hening.. lalu aku melanjutkan kata-kataku.

“kenapa diam?!!! Kamu tau seberapa setia nya kakak ku sama kamu?! Dia selalu memimpikan bertemu dengan kamu, berandai-andai jika kak Rindu ketemu dengan kamu, ada kerinduan yang mendalam di hati Kak Rindu. Setega itu kah orang yang kakakku sayangi sampai dia sekaratpun, dia tidak akan muncul dihadapannya hanya untuk yang pertama dan terakhir kalinya sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Apa si yang ada di pikiran kamu, sampai kamu tega menggantungkan semua angan-angan kakakku yang tidak mampu kamu penuhi!!! Janji-janji kamu dengan Kak Rindu yang tidak akan pernah bisa ditepati. Ku mohon, hanya sekali saja…!!sekali saja Kakak melihat kamu. Beri kakak kesempatan di hari terakhirnya. Aku mohon. Kakak sangat sayang dengan K Arga. Kenapa kakak tidak pernah peduli ?!! kenapa!!!!!!!!”

Aku sangat kesal dengan lelaki pengecut itu, dia diam tak bergeming, tanpa suara,benar-benar hening.

Lalu aku langsung bertanya kepadanya lagi.

“ Belum puas kamu menyiksa batin kakak? Kalau kamu memang lelaki sejati dan bertanggung jawab, temui kakak dan aku di Rumah Sakit Harapan Jaya. “ kataku singkat sambil menutup teleponnya.

Tiba-tiba, handphone kakak bordering, ada pesan masuk disini, lalu aku pun membacanya.

“ Maaf, aku tidak bisa kesana. Aku… Aku merasa waktunya belum tepat dan aku belum siap untuk bertemu dengan Rindu, aku sangat sayang pada Rindu, tapi..aku punya alasan lain mengapa aku tidak mau bertemu Rindu selama ini. Aku harap kamu mengerti.”

Seperti petir yang menyambar, kata-kata itu membuat ku lemas tak berdaya. Kasian kakak, aku tau keinginannya. Tapi, sepertinya aku tidak bisa memenuhi nya,K ..Maafkan aku.

********

Di satu sisi, aku memang ingin bertemu dengan Rindu, disisi lain, aku merasa belum pantas dengan Rindu. Aku tidak tahu alasan apa yang membuatku enggan bertemu dengannya. Walau …rasanya aku juga merasakan hal yang sama, tapi……….. Aku belum pantas bertemu Rindu..

Sekelebat, bayangan Rindu menjelma.. Tersenyum padaku dan berusaha mengajakku untuk menemui nya di Rumah Sakit. Rindu….aku tidak bisa.

Maafkan aku yang telah mengecewakanmu.

********

Kakakku makin sekarat, ayah dan ibu sudah datang sejak 3 jam yang lalu, dan kak Arga belum juga datang..

Banyak orang yang menjenguknya, namun, hanya dapat melihatnya diluar. Banyak yang menangis dan memberikan doa pada kakak. Teman-temannya, dosen, bahkan teman SMA dan SMP nya datang kesini demi kakakku, Rindu .

Dua jam telah berlalu,, benar-benar tidak punya hati orang itu. Membiarkan rasa penasaran yang teramat sangat pada kakakku. Aku hanya berdoa, semoga kakak bisa kembali di sini,keluarga kita,kak. Dan aku bisa melewati hari-hari bersama kakak lagi.

Dokterpun datang dan masuk dengan siaga. Gorden kamar kakak ditutup, entahlah dokter itu sedang melakukan apa, yang jelas, dokter itu akan melakukan semampunya untuk menolong kakak.

*********

Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi,,Memang aku tidak punya hati. Membiarkan dia yang selalu menemani hari-hariku walau lewat telepon dan sms, namun, dia sangat berarti bagiku. Dialah yang mengerti dan selalu membuatku tertawa disaat masalah datang padaku.

Tega kah aku membiarkan rindunya padaku dipendam bersama dengan jasadnya nanti..

Rindu…tunggu aku, aku pasti akan datang….

**********

Dokter telah selesai memeriksa kakak, dan jawabannya sungguh mengkhawatirkan. Kata dokter, mungkin kakak hanya bisa bertahan 5 menit lagi. Menunggu apa yang sedang ditunggunya.

Itu berarti,,lima menit lagi, aku akan kehilangan orang yang sangat aku sayangi. Aku berjanji dalam hatiku, aku akan seperti kakak, pintar dan tidak mengecewakan orang tua. Aku sayang sama kakak.

Di saat aku menangis dan tak tau harus berbuat apa, sesosok laki-laki muda muncul dari kejauhan. Tidak tau siapa, namun.. sepertinya tidak asing bagiku..

Kutatap kearah arlojiku, sudah hampir lima menit berlalu. Aku pun tidk memperdulikan orang itu, aku dan keluargaku yang hanya boleh masuk. Kami berdoa dan mengikhlaskan kepergian kakak yang ternyata memang sudah tidak ada di sini lagi.

Aku pegang tangannya.. Meminta maaf, dan berdoa untuknya.. Begitu juga orangtuaku yang sangat terpukul dengan kejadian ini. Jasad nya ditutup dengan selimut. Dan kami keluar dari kamarnya.

Laki-laki tadi meoleh kepadaku, tinggi dan bersih kulitnya, dia bertanya padaku,

“ bagaimana keadaan Rindu?”

“Dia sudah tidak ada”

Laki-laki itu menangis dan berkata padaku,

“Aku menyesal…….. Aku belum melihat wajahnya saat dia masih disini, aku Arga, yang selama ini dia cari”

Dengan wajah kesal, aku pun mengusirnya, namun, dicegah oleh kedua orangtuaku. Lelaki itu masuk ke kamar kakak.

“ Rindu,aku tau, aku pasti sangat mengecewakanmu. Aku sangat sayang sama kamu, melebihi siapapun didunia ini. Hanya kamu yang mengerti aku. Rindu, ijinkan aku untuk melihatmu kembali agar aku bisa mencium tanganmu. Meminta maaf dan berusaha untuk membahagiakanmu disisiku. Rindu, jangan tinggalkan aku sendiri. Aku tak mau kehilanganmu. Rindu, tolong aku, aku sangat ingin bertemu denganmu. Rindu… bangun…!!”

Melihat Kak Arga yang menggoncang-goncangkan tubuh kakak, aku langsung masuk kedalam kamar dan melarangnya..

“ Jangan sentuh kakakku dengan keegoisan kamu. Percuma kamu menjanjikan hal-hal yang indah pada kakak, itu semua tidak akan pernah merubah takdir. Sekarang kakak sudah tidak ada, puas kamu? Puas? Sekarang tinggalkan kakak, tinggalkan keluarga aku dan jangan pernah kembali kesini lagi. Ingat itu, K Arga”

Dia berjalan,menghapus air matanya, menghapus kenangannya saat bersama kakak. Menghapus semuanya. Biarlah..mungkin ini memang harus terjadi. Agar aku leibh bisa mengerti, apa arti dari sayang dan arti dari sebuah kerinduan, karena aku tau rindunya Kak Rindu tidak akan pernah hilang padanya.

Selasa, 05 Januari 2010

Cinta Indonesia

Cinta Indonesia
PERSAHABATAN


Apa arti persahabatan?

Apa hanya sekedar berbagi tawa dan canda?

Ada di saat suka

Tersenyum disaat gembira

Tertawa di saat semua terasa indah?



Atau ...

persahabatan ada di saat membutuhkan

Hadir dikala sepi menghantui

Memberi semangat disaat jatuh dan tak mampu untuk bangkit

Dan selalu menghibur disaat kau tak mampu menghapus air matamu..




Aku harap persahabatanku saat ini seperti yang kuharapkan,

Dan akan selalu ada di hatiku walau aku telah terlupakan olehnya..
Jujur..

Jujur..

Mungkin kata itu sulit untuk dikatakan oleh sedikit orang

Walaupun jujur itu menyakitkan

mengecewakan..

membuat luka di hati..

Namun, jujur itu lebih baik.

daripada menutupi diri dari kenyataan yang ada.




Maka berusahalah untuk jujur,

Jangan membohongi hati dan perasaan mu sendiri..

Selasa, 29 Desember 2009

Untitled



Andai waktu dapat bergulir ke masa lalu,

Aku hanya ingin kita tak bertemu,

Biar tak ada lagi hati yang tersakiti,

Biar aku tidak merasakan betapa perihnya kehilangan cinta sejati,



Ku fikir, kau adalah tambatan hati yang selama ini aku cari,

Mengenangmu, mencintaimu hingga ku terlena dalam dekapanmu,

Namun ternyata, semua ini hanya anganku yang tak bisa ku gapai,

Semua yang ku harapkan dan ku beri hanya sia-sia bagimu,



Andai kau tau betapa aku menginginkan kau selalu ada disampingku,

Menenangkanku di saat kesedihan menerpaku,

Menjagaku disaat mentari tenggelam dalam gelapnya malam,

Namun, itu semua hanya hayalku,

Yang tidak akan pernah terjadi,

Dan tidak akan pernah merubah semua yang ada pada dirimu,



Meskipun kau selalu menyakiti dan mengecewakan hati ini,

Tapi, aku bisa memberikan maafku padamu,

Tidak tahu kenapa,,

Mungkin karena hati ini telah tertuju padamu

Dan hati ini telah memilihmu,

Walaupun tiada lagi ruang di hatimu yang ada hanya untukku